Saturday, 10 December 2011

Untitled Story

Ragu-ragu aku melangkahkan kakiku. Rasanya berat sekali. Aku terpesona pada paras ayunya. Senyumnya selalu merekah dari bibirnya. Aduh, aku seperti melihat bidadari yang turun dari khayangan. Aku tak mampu mengungkapkannya. Pokoknya, ayu sekali!!

Sempurna, mungkin itu yang akan orang katakan atau jika orang memberinya nilai, pasti kata itu terucap sebagai ekspresi nilai tertinggi, tiada bandingnya. Aku seperti melebih-lebihkan keadaan, tapi ini adalah nyata. Aku sudah mengatakannya aku tak mampu mengungkapkannya dengan cara yang sederhana!! Begitu abstraknya hingga tak mampu diungkapkan.

Abstrak,ya, sangat abstrak. Bentuk tak jelas, warna bercampur. Abstrak yang indah, penuh dengan nilai seni. SEMPURNA. Itulah gambaran dirinya. Fisiknya, jiwanya. Tak ada satu karya pun yang mampu menggambarkan sosoknya.

Dewi Srikandi yang parasnya begitu ayupun aku rasa masih kalah ayu dibanding dia. Sikap anggunnya, merubah hari-hariku yang amburadul. Rambut pendek yang acak-acakan, pakaian yang tak rapi, segera berubah sesaat setelah aku memandang senyumnya.

Yak, sudah tak ada teman-temannya lagi. Aku tak sabar untuk menyapanya.

"Ayu!"
"Hai, Dewi!"


_anamariaina_
August. 08, 2009
RPK, R. Bu Cosma

No comments:

Post a Comment